Nah, di antara kekaguman kami melihat-lihat isi di dalam Grand Bazaar, tanpa sengaja kami melihat sosok Naseer. Dia sedang berdiri di depan toko pamannya yang menjual berbagai macam souvenir berupa kaos dengan berbagai ukuran. Kamipun mendekatinya dan pada waktu itu memang berniat membelikan kaos kecil untuk beberapa anak dari teman-teman di Innsbruck. Jadilah kami tertegun begitu disapa oleh Naseer, karena bahasa Inggris nya sangat lancar dengan artikulasi yang baik. Dia pun mempersilahkan kami masuk untuk melihat-lihat koleksi kaos yang mereka jual. Sembari memilih, kamipun mengobrol dan aku tentu saja tidak bisa tidak bertanya dan memuji baha Inggrisnya yang begitu bagus. Dia bercerita, bahasa inggris merupakan pelajaran favoritnya di sekolah dan selalu mendapat nilai bagus. Salah satu alasan dia ikut berjualan bersama pamannya adalah untuk mempraktikkan kemampuan bicaranya. Menurutku hal itu sangat membantu dan merupakan ide yang cerdas, terbukti dengan kemampuannya berbicara saat kami bertemu. Setelah selesai dia mengantarkan kami keluar toko dan berkata: "sampai jumpa lagi". Semoga suatu hari kita bisa berjumpa kembali ya. Terima kasih Naseer :)
| Satu-satunya foto Naseer (kiri) yang aku punya |

