Showing posts with label austria. Show all posts
Showing posts with label austria. Show all posts

October 29, 2012

Idul Adha 2012


Mulai hari Jumat (26 Oktober 2012) sekitar jam 11 malam kemarin, salju kembali turun menyapa bumi Innsbruck.  Hari itu merupakan hari libur nasional di Austria yang diperingati sebagai hari kemerdekaan (walaupun secara resmi negara ini tak pernah dijajah sebelumnya). Hari itu juga bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Senang rasanya karena bisa merayakan Idul Adha di hari libur. Paginya kami sholat Idul Adha berjamaah di Mesjid Arab. Terasa ramai karena Mbak Deasy dan Ainun sudah datang ke Innsbruck seminggu yang lalu. 

Suasana selepas sholat Idul Adha
Setelah tunai sholat, kami bersama-sama ke rumah Umar untuk berkumpul merayakan lebaran bersama-sama. Berkumpul tak lengkap jika tanpa penganan dan camilan. Jadilah kami mulai sibuk di dapur mempersiapkan menu. Mulai dari bakwan dan tahu isi, ayam panggang, sambal balado dan urap sayuran. Saat makan siang semua terhidang lengkap dan kamipun makan bersama.

Setelahnya kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke kota karena hari itu ada kegiatan Tag der Offenen Tür alias masuk museum gratis. Ada sekitar 5 museum di kota Innsbruck yang boleh kita masuki. Salah satunya adalah Ferdinandeum museum yang terletak di jantung kota. Ini kali pertama aku masuk kemari, isinya kebanyakan adalah lukisan dari 5 pelukis kenamaan Austria. Website museumnya adalah: http://www.tiroler-landesmuseum.at/ yang mencakup beberapa museum milik pemerintah. Salah satunya adalah Ferdinandeum ini.

Leaflet Tag der Offenen Tür (bagian belakang)


Leaflet Tag der Offenen Tür (bagian depan)

Di Landhausplatz juga berlangsung acara yang dinamakan Familientag (hari untuk keluarga). Acara ini dikhususkan sebagai pembuka wawasan untuk anak-anak. Disini dipamerkan mobil pemadam kebakaran, helikopter penyelamat, tank panser militer, para petugas pemadam kebakaran, anjing pelacak dan anjing penyelamat, dan juga ada stand khusus museum, taman nasional dan berbagai informasi menarik yang lain. 

Suasana di Landhausplatz

Isi dari mobil pemadam kebakaran

Salah satu anjing penyelamat

Helikopter penyelamat
Anak-anak mencoba masuk ke dalam tank panser
Anak- anak diajak untuk mengenal alam, melihat apa isi mobil pemadam kebakaran, merasakan bagaimana rasanya berada dalam tank panser, mencoba duduk di dalam helikopter, berkomunikasi dengan anjing penyelamat dan lain sebagainya. Betapa senangnya anak-anak disini karena pemerintah kota menggelar acara semacam ini hampir setiap tahun untuk memperingati National Tag. Mereka bisa belajar menghargai orang lain, menghargai fasilitas umum dan menjadi tahu dengan cara yang menyenangkan. 

Hari itu kami akhiri dengan berkunjung kerumah Adel untuk jamuan makan malam Idul Adha. Kak Aleem memasak beragam masakan seperti ayam goreng rempah, ayam bumbu rendang, sambal terasi dan lalapan. Mama Adel membuat hidangan penutup berupa brownies yang sangat lezat. Lengkap sudah kebahagiaan kami hari itu karena juga bisa bermain bersama Adel dan Umar.

Adel (kiri) dan Umar (kanan) (Foto oleh: D. Bismoko)

Adel dan Umar bersama tante-tantenya (Foto oleh: Noorsalwati)

Hidangan Idul Adha (Foto oleh: Noorsalwati)
Walaupun tak ada sate, gulai dan tongseng kambing seperti di tanah air, akan tetapi lebaran kali ini kami senang masih bisa berkumpul dan menghibur satu sama lain. Karena jauh dari keluarga tentulah bukan hal yang mudah untuk dilalui. Terimakasih keluarga Innsbruck, semoga kita selalu bisa melalui hari-hari dengan senyum :)

Innsbruck, Oktober 2012






October 16, 2012

Sampai jumpa Eunsil!

Eunsil dengan dua ranselnya

Namanya  Eunsil. Dia adalah seorang teman yang baru kukenal dari salah satu komunitas perjalanan. Kewarganegaraan Korea Selatan dan tinggal di dekat kota Seoul. Sudah hampir sebulan dia berkeliling Eropa dari mulai Turki, Kroasia, Hungaria dan Austria. Dia masih akan melanjutkan perjalanan ke Rep. Ceko, Polandia, Jerman, Italia, Spanyol, Amerika, Kanada dan akhirnya kembali lagi ke Eropa dan pulang ke negaranya lewat Prancis. Total perjalanan diperkirakan empat bulan. Waktu yang cukup lama dan pastinya memerlukan banyak tenaga, semangat dan juga biaya. Tapi dia sangat antusias. Aku merasa salut padanya karena dia berani meninggalkan pekerjaannya di Seoul dan pergi untuk melakukan perjalanan ini. Dia berkata bahwa ini adalah salah satu mimpi terbesarnya, walau nanti ketika pulang ke tanah airnya, dia harus kembali berjuang untuk mencari pekerjaan, dan itu tidak mudah. Tidak semua orang bisa melakukan apa yang dia lakukan, dia berani berkorban untuk mewujudkan mimpinya. Aku senang bisa berkenalan dengannya. Dia menginap 2 hari di apartemenku dan berkesempatan untuk melihat-lihat kota Innsbruck. 

Kota Innsbruck dilihat dari Nordkette

Minggu sore itu dia datang dan aku segera mengajaknya untuk melihat kota Innsbruck dari ketinggian. Karena kupikir cuaca sore itu mendukung. Jika kami menunggu besok, entah apa yang terjadi. Karena benar saja keesokan harinya hujan sepanjang hari dan sangat dingin hingga sampai 4 derajat Celcius. Keputusan yang tepat, dan dia beruntung bisa menyaksikan musim gugur, melihat dedaunan yang mulai berubah warna di tengah cantiknya kota Innsbruck. Ah, kami berdua terpesona. Pemandangan dari atas begitu cantik, sungai Inn membelah kota menjadi tampak seperti dua bagian.

Pagi ini dia melanjutkan perjalanan ke kota lain di Austria, salam perpisahan pun terucap. Aku dan dia sama-sama berharap semoga suatu hari kami bisa berjumpa lagi, mungkin di Korea atau ditempat lain. Sampai jumpa Eunsil!





October 02, 2012

Menjembatani rindu

Kalau sedang dilanda rindu, apa yang biasanya kamu lakukan? Kalau aku, seperti sekarang, sedang mendengarkan radio siaran dari kota tempat tinggalku. Entah kenapa hari ini merasa rindu sekali dengan keluarga di Indonesia. Ibu, Bapak, keluarga di Jogja, kucing-kucingku di rumah, dan juga sahabat-sahabatku. Selain itu mengobati rasa rindu tentu saja bisa langsung diungkapkan, misalnya dengan telfon langsung atau mengirim pesan singkat ke orang yang dituju. Padahal setiap hari aku selalu berkirim pesan dengan ibu, dan hampir setiap minggu  menelepon. Tapi tetap saja rasa rindu itu tak terbendung, tak bisa disembunyikan. Apalagi jika tinggal jauh dari mereka, bahkan terpisah lautan dan benua. 

Menjembatani rindu juga bisa dilakukan dengan berinteraksi melalui media sosial yang sekarang ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Melihat foto-foto yang diunggah oleh teman-teman akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku. Membaca curahan isi hati mereka, mengetahui apa yang sedang mereka lakukan dan dimana mereka berada. Seakan tak ada pembatas jarak dan waktu jika sudah terhubung media sosial ini. Namun bagiku, tentu saja ada dua konsekuensi atas aktivitas ini, yang pertama bisa mengobati rindu atau malah akan memperkeruh rasa rindu itu. Memperkeruh dalam artian karena pada kenyataannya aku hanya bisa melihat dan mendengar mereka dari jauh. Tapi tetap saja itu menjadi hiburan tersendiri.

Kalau kamu, bagaimana caramu menjembatani rindu?

July 10, 2012

Another sunny day




Gowes bareng teman-teman menempuh jarak sekitar 15 km, menyusuri jalanan di tepian sungai Inn. Terkadang berhenti sejenak untuk mengagumi ciptaanNya. Sungguh suatu hari yang indah :)

May 21, 2011

Wandern nach Axams




Me and Emma visit our friend named Maria. She lives in Axams, a small village near Innsbruck. Its around 25 minutes by bus. The scenery is amazing and the weather is nice...:)
Good day with good friends..

March 08, 2011

Faschingsdienstag Karnival 2011




Everyone going crazy with their costumes in this once a year carnival.
The Faschingsdienstag celebration to welcoming the spring and say goodbye to the winter. Usually take place in March every year.

February 22, 2011

S.W.A.R.O.V.S.K.I




Swarovski merupakan salah satu ikon kota Innsbruck.
Kejernihan kristal yang dihasilkan dari tekhnik memotong yang sempurna, membuat cahaya nya berpendar dan memukau mata terutama para wanita.
Banyak yang tergila-gila akan produk yang satu ini, wajar saja kalau outlet dan tokonya di seluruh dunia selalu ramai dengan para wanita.

Tinggal di kota Innsbruck memberikanku akses yang mudah untuk mengunjungi museum Swarovski yang didedikasikan untuk mengenang pendirinya yaitu Daniel Swarovski. Museum ini berada di kota kecil bernama Wattens, sekitar 30 menit menggunakan bis dari kota Innsbruck.

Bis khusus memang sudah disediakan untuk memfasilitasi para wisatawan yang hendak berkunjung. Bis ini berangkat setiap 2 jam sekali dari kota Innsbruck, mulai dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Bis ini dilabeli dengan Swarovski Kristalwetten shuttle bus.

Sebenarnya ada juga outlet swarovski di pusat kota, akan tetapi wisatawan lebih memilih untuk pergi ke Wattens karena disana terdapat eksibisi kristal dengan berbagai macam bentuk dan ukuran.

April 27, 2010

Innsbruck, Österreich - (Tyrol) Austria




The beautiful town of Innsbruck. Nestled in the Alps with a river which runs through it. You can hear the water running at night time if you live by the riverbanks. The food is unbelievably good if you know where to go and what to order. The people seem happy and healthy. They run and do all kinds of outdoors stuff. In the winter, it's a skiing paradise. The ladies are quite pretty there too! Woohoo! I would live here if I had the money and opportunity.

I had a great time shooting and editing this video. Cocteau Twins music just seemed perfect for this piece.

April 19, 2010